3/19/2008

kematian yang tertunda

setelah habis kian waktu
aku mendendam pada hari yang yang membuat kulitku lusuh
akalku mati
jiwaku hidup sebelah
janji yang terucap hanyalah sampah yang bertutur pada sepi
angin lalu masih menampakkan wajah jeleknya di cermin
aku bosan dengan semua kesendirian ini
aku mulai bosan dengan semua permainan Tuhan
tapi aku masih tetap ingin bernyanyi sebagai penghibur di saat hati mulai retak
berdoalah kepada waktu yang menjemukan
berteriaklah di padang sahara yang mulai menghitam
oooh kekasih,.,.,.aku bukanlah sebuah cinta yang bermain di pojok-pojok rumah
seperti kebiasaan mu pada perempuan pelacur itu
bukankah kemarin sudah aku bilang tentang sebuah impian yang terbuang
alunan janji terkutukmu membuatku sedikit merinding
sumpah yang telah terucap tidak ada di ruang hamap yang mengangkasa
keputusanku tetap sama seperti kemarin
pergilah jika itu memang tujuan untuk langkahkan kaki ke depan
aku bukanlah pelukis yang setia melukis pengemis yang kelaparan
sudahlah, akhiri semua ini,
biarkan aku menghibur diri saat sepi menghampiri
tapi aku masih bosan sendiri
aku ingin di samping mu di malam hitam ini
bunga kematiannya sangat indah sekali aku lihat
tentang semuanya
dan tentang hidup yang mulai menjengkelkan ini
aku ucapkan selamat malam pada malaikat=malaikat yang telah menaburkan bunga harumnya buat mimpiku,.,.,.,.,.
dan sekali lagi
AKU MEMANG BUKAN PANUTANMU