8/17/2008

Sayap-Sayap Patah

Dimanakah aku bertemu malam ku saat aku ingin berdiri membaringkan kata-kata yang justru mengikat hatiku yang tandus, hari ini bukan sebab aku menuduhmu sebagai penganut malam yang mulai kehilangan pagi tapi di sini aku dapat berdiri dengan satu kaki tanpa memperdulikan SAYAPKU yang mulai patah dan tidak terkendali, aku berjalan tepat di padang pasir gersang memegang kepercayaan Tuhan dan mulai menyampaikan salam cinta kepadamu, setidaknya kau tahu tentang sesuatu yang bernama luka, luka yang selalu ku obati sendiri saat kau memberikan luka yang dalam padaku, DI MANA DIRIMU? lima tahun lebih aku menyusuri malam, mencari jejak-jejak sang pemimpi yang menari di perbatasan gaza, tapi kau tetap tidak muncul untuk kedua kalinya, aku mulai merobek sayap-sayap ku yang mulai patah, membenci malam yang selalu bernyanyi tentang lagu kesepian, tak adakah nyanyian seorang musafir yang membahagiakan hati dan menentramkan jiwa yang rindu akan kasih sayang, mulai lah untuk berkata kepada janji bahwa kau hanya berkata omong kosong saja, omong kosong yang kau tawarkan kepada minuman dan air putih yang mulai sedikit jenuh, sudahla.... pulang lah ..... aku sudah bosan mengenangmu ......