1/20/2009

LUKA

aku ingat luka pertama yang pernah kau berikan padaku, saat itu kau memeluk perselingkuhan yang begitu mendalam seperti saat kau memeluk kerinduan cinta dalam pesona malam yang bersinar dan bernyanyi, ketika hati menjadi keluh dan memendam kesepian yang ada, ketahuilah Luka itu masih membekas sampai sekarang tapi tidak pernah aku balut dengan kain dendam karena aku yakin aku masih menyayangimu sebagai seorang teman, jahitan pertamanya agak berantakan karena banyak yang ingin menjadi benang, membasahi kulit yang terluka dan menyentuh tubuh yang tidak mau tahu tentag derita, bukankah sebab di mana letak dan kesalahan hati tapi luka ini akan tetap aku ingat sampai kapanpun karena kau memang cinta pertamaku...
pergi ajah ke laut dan berenang sampai ujung, tak ada ingatan apapun tentang mu karena kau pantas aku lupakan sebagai mantan kekasih bukan sebaliknya, kau tahu, ada bintang yang menyentuh dinding nadi dan memberitahuku tentang perselingkuhanmu dengan pria paruh baya itu, penyesalan yang butuh waktu, aku mulai jenuh dengan semua tingkah lakumu, pergi saja, bunuh semua cinta yang ada biarkan semua nya menjadi satu dan benci adalah kata-kata yang tepat untuk menulis suatu surat untukmu, malam sudah berlalu tapi kau tetap terbangun menunggu belaian manja dari malam, pagi takkan kau sapa lagi, sore takkan kau beri ucapan lagi, bukankah semuanya hanyalah khyalan yang membeku di bagian dinding hatimu..

sudahlah lupakan saja aku ..
biarkan aku berjalan menyusuri sisa-sisa hidup yang mulai renta ....
malam adalah saksinya sayang
dan matamu adalah kebohongan yang pernah aku lupakan ..


Tidak ada komentar: