berziarah malam buta dan mengikatkan tali silaturrahmi pada kelamin yang berikrar seperti sumpah serapah yang mengikat cinta sebagai cindera mata. air matamu mulai mengucur perlahan menetesi bumi gersang dan berpangku tangan pada pengemis tua yang kesepian, gemerlap jiwa membutakan matamu lalu kemudian menertawaimu sebagai pelacur yang menjajakan diri di jalanan dan bukankah semua sudah tahu tentang keabadian Tuhan, juga pada dirimu dan hatimu yang bosan. Ingatkah suatu peristiwa, tentang sebuah perjalanan yang terlupakan, aku bukanlah minuman anggur yang memabukkan, bukan pula laki-laki tanpa dosa, tidak semua yang aku kenal sebagai sebagai cinta adalah satu. jiwaku tidak pernah menjadi suatu jejak yang terlupakan, pernah saat aku minum air manimu bahkan kau sama sekali tidak merasa kenikmatan, Apa yang terjadi padamu ......??????aku mulai mengendap-ngendap
mengintip pagi di jendela malam yang sunyi
kau pun tetap terdiam ...
membisu seperti batu ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar