Enyah saja pekat yang menghantam pikiran yang berkhayal menyanyi dalam derita
Bungkam saja mulutnya agar tidak mengumbar kata cinta dengan seenaknya
Lalu mencoba mempermainkan seperti boneka kecil yang sedang meraba keraguan
Tidak ini bukan bagianku
Bukan pula bagian dari cinta
Jika malam harus berubah pekat tak ada bulan
Akan kurubah malam itu menjadi gelap
Agar kau tahu betapa bosan aku menunggumu di bawah teduh pagi
Meskipun aku bisa mematahkan kata-kata romantisme kelabu yang selalu kau dendangkan
Bau kapitalis memang seperti mesiu yang bisu
Harapan yang lahir dalam kesakitan
Ah Filsafat cinta yang busuk
Logica yang mati
Rindu yang tertunda
Akan kurubah malam ini menjadi malam derita
Agar saat kau terbangun ada aku di sampingmu
Tapi sudahlah
Biarkan aku memajangmu untuk pameran para koruptor yang munafik
Dan iblis yang berjalan santai dengan wanita pemegang bunga mawar
Bangkalan, 07 februari 2009
FAHMIE AHMAD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar