2/17/2009

Logica mati

Enyah saja pekat yang menghantam pikiran yang berkhayal menyanyi dalam derita

Bungkam saja mulutnya agar tidak mengumbar kata cinta dengan seenaknya

Lalu mencoba mempermainkan seperti boneka kecil yang sedang meraba keraguan

Tidak ini bukan bagianku

Bukan pula bagian dari cinta

Jika malam harus berubah pekat tak ada bulan

Akan kurubah malam itu menjadi gelap

Agar kau tahu betapa bosan aku menunggumu di bawah teduh pagi

Meskipun aku bisa mematahkan kata-kata romantisme kelabu yang selalu kau dendangkan

Bau kapitalis memang seperti mesiu yang bisu

Harapan yang lahir dalam kesakitan

Ah Filsafat cinta yang busuk

Logica yang mati

Rindu yang tertunda

Akan kurubah malam ini menjadi malam derita

Agar saat kau terbangun ada aku di sampingmu

Tapi sudahlah

Biarkan aku memajangmu untuk pameran para koruptor yang munafik

Dan iblis yang berjalan santai dengan wanita pemegang bunga mawar

Bangkalan, 07 februari 2009

FAHMIE AHMAD





Tidak ada komentar: