Lalu kau sebut apa tentang semua ini
Yang membuatku terbakar dalam api kemarahan
Memakan bangkai waktu yang terpecah menjadi dua
Tahajudyang memilukan
Doa yang tak lagi bersimpuh
Mungkin jawabku sudah mati dalam tanya
Meski mencoba untuk merengkuh waktu
Ah ... apa pula yang di tunjukkan malam ini
Aneka perselingkuhan di suguhkan
Bermacam keraguan di buat menjadi film pendek yang berdurasi 4 jam
Sampai subuh menjelang dan kokok ayam bernyanyi dalam kesepian hari
Semua seperti sandiwara dunia kotor dan harap cinta yang bajingan
Dan pelacur murahan yang menjajakan tubuh kepasrahnnya
Malam ini seperti pertunjukkan
Malam ini perselingkuhan di mulai
Dan Undang – Undang HAM di cap pas di dahi
Agar semua tahu bahwa inilah pekerjaan yang tak pernah tertinggal
Menjadi artis dalam pertunjukan malam
Dan penduduk langit adalah penontonnya
Tapi aku adalah manusia yang menangis saat di malam ini terjadi begitu saja
Perselingkuhan malam dalam setiap silaturahmi yang hilang
Silaturhami kelamin yang berteriak memuja kuburan yang tertidur di atas pangkuan cinta
Dan berbau seperti mesiu para pasukan perang
Hah.. sudahlah
Tidurlah dan nikmati mimpi itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar